BMIWI Audiensi dengan Komisi VII DPR RI, Bahas Sinergi Pemberdayaan Ekonomi, Dakwah dan Infokom
JAKARTA — Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) melakukan audiensi bersama Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, lantai 3, Jakarta, pada Selasa, 29 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, BMIWI diwakili oleh presidium Dr. Oneng Nurul Bariyah, M.Ag. dan Prof. Dr. Umaimah Wahid, M.Si., bersama sejumlah pengurus BMIWI. Sementara dari Fraksi PKS, pertemuan diwakili oleh H. Hendry Munief, S.E.Ak., M.B.A.
Audiensi berlangsung dalam suasana dialog dan silaturahmi, dengan agenda utama saling mempresentasikan program dan ruang kerja masing-masing.
BMIWI menyampaikan berbagai program pemberdayaan perempuan, majelis taklim, dakwah, ekonomi umat, serta penguatan komunikasi dan informasi.
Sementara Komisi VII memaparkan ruang lingkup bidang dan mitra kerja yang menjadi perhatian komisi.
Secara kelembagaan, Komisi VII DPR RI memiliki ruang lingkup bidang perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, serta sarana publikasi. Mitra kerjanya mencakup empat kementerian dan empat lembaga, yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, serta BSN, RRI, TVRI, dan LKBN ANTARA.
Sinergi Pemberdayaan Ekonomi
Salah satu pembahasan penting dalam audiensi adalah peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat dan UMKM, khususnya perempuan. Sinergi dapat diarahkan pada penguatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, standardisasi, promosi, serta perluasan akses pasar.
BMIWI melihat peluang kolaborasi dengan berbagai mitra Komisi VII untuk mendorong majelis taklim dan komunitas perempuan agar tidak hanya menjadi ruang pembinaan keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi dalam penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Komisi VII sendiri dalam berbagai agenda kerjanya memberikan perhatian terhadap penguatan UMKM, termasuk akses pembiayaan, legalitas usaha, sertifikasi halal, digitalisasi, dan penerapan standar bagi produk UMKM.
Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Dalam bidang pariwisata, turut dibahas potensi desa-desa wisata dan pengembangan kegiatan berbasis potensi lokal. Salah satu contoh yang disampaikan adalah Festival Kampung Patin di Riau, yang dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.
Sementara di bidang ekonomi kreatif, terdapat peluang sinergi dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif untuk membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan perempuan melalui kreativitas, produk lokal, kuliner, fesyen, kriya, dan sektor kreatif lainnya.
Dakwah dan Infokom
Selain ekonomi, audiensi juga menyepakati peluang sinergi dalam bidang dakwah dan informasi-komunikasi (infokom).
BMIWI dan Komisi VII melihat adanya ruang kolaborasi untuk memperluas publikasi kegiatan positif masyarakat, khususnya program pemberdayaan perempuan, majelis taklim, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan dakwah.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah program podcast BMIWI bersama Komisi VII yang dapat dikembangkan melalui TVRI, sebagai ruang dialog dan edukasi publik.
Gagasan ini sejalan dengan ruang kerja Komisi VII yang mencakup sarana publikasi. Dalam agenda Komisi VII bersama TVRI, RRI, dan ANTARA pada 2026, penguatan publikasi program perindustrian, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif juga menjadi salah satu agenda pembahasan.
Menuju Kolaborasi Program
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman awal untuk membangun sinergi program BMIWI dan Komisi VII, terutama dalam tiga bidang:
- Pemberdayaan ekonomi — penguatan UMKM dan ekonomi perempuan.
- Dakwah — penguatan peran majelis taklim dan dakwah yang berdampak bagi masyarakat.
- Ada program Dakwah Preneur milenial membangun generasi milenial dalam dakwah dan wirausaha
- Infokom — penguatan publikasi, literasi, dan media sebagai sarana edukasi serta penyebarluasan program.
Audiensi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih konkret antara BMIWI dengan Komisi VII DPR RI beserta jejaring kementerian dan lembaga mitranya.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan berbagai program pemberdayaan perempuan, ekonomi umat, dakwah, pariwisata, ekonomi kreatif, serta komunikasi publik dapat dikembangkan secara lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (adm/cha)
FOTO FOTO:

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
