BMIWI Dorong Peran Perempuan Muslim dalam Mudzakarah Ulama Nasional
Keterlibatan Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) dalam Mudzakarah Ulama Nasional yang diselenggarakan Dewan Syariah Pusat PKS menegaskan pentingnya integrasi pemikiran perempuan muslimah dalam merespons tantangan zaman.
Diwakili Dr. Oneng Nurul Bariyah, M.Ag., BMIWI mengambil bagian dalam forum strategis yang berlangsung di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa, 15 September 2026.
Mengusung agenda bertajuk Islam Rahmatan lil ‘Alamin: Meneguhkan Peran Ulama dalam Menjawab Problematika Umat dan Bangsa, perhelatan ini merespons tekanan multidimensi yang kian masif.
Krisis ketahanan keluarga, disrupsi teknologi, degradasi moral generasi muda, hingga pragmatisme sosial-politik menjadi titik tekan pembahasan. Dalam lanskap ini, ulama dituntut konsisten menjalankan fungsi ganda sebagai benteng moral sekaligus perekat persatuan nasional melalui rumusan taushiyah serta rekomendasi konkret.
Sinergi tersebut diperkuat hadirnya jajaran tokoh dan pakar diantaranya Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, Lc., M.A. bertindak sebagai pemapar kunci, didampingi narasumber lain seperti K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D., Dr. Fahmi Salim, Lc., M.A., serta Prof. Dr. K.H. Irfan Syauqi Beik, M.Sc.Ec.
Bagi BMIWI, keikutsertaan ini bukan sekadar pemenuhan undangan formal, melainkan langkah terukur memperluas jaringan lintas elemen keumatan. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi jaringan majelis taklim dan ormas muslimat guna menjawab persoalan domestik maupun kebangsaan.
BMIWI juga menegaskan bahwa penguatan akar rumput tidak mungkin terwujud tanpa memosisikan perempuan sebagai pilar utama pembina generasi dan perekat kepedulian sosial.
Kehadiran perwakilan BMIWI pada forum tingkat nasional ini menandai konsolidasi antar-elemen bangsa yang makin erat. Melalui dialog berkelanjutan antara lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, dan kelompok perempuan, peta jalan menuju masyarakat berakhlak serta berdaya saing diharapkan dapat terealisasi secara inklusif. (adm/bmiwi)



